Kamis, 11 April 2013

KOMPETENSI dan KARAKTER

Apa Itu Kompetensi?

Kompetensi berasal dari kata, competence (kecakapan), merupakan kemampuan dalam mengembangkan tugas, menyelesaikan pekerjaan, atau menangani persoalan. Bicara kemampuan artinya bicara 'peningkatan diri'. Dalam hal peningkatan kemampuan, tiap orang akhirnya berbeda-beda. bisa berbeda karena minat, atau berbeda kemampuan.

Perbedaan tersebut sesuai fitrah hukum alam. Sebab kompetensi terdiri atas dua hal, yakni kapasitas dan kapabilitas. Secara ringkas kapasitas dapat dijelaskan merupakan daya tampung. Setiap orang memiliki daya tampung yang berbeda. Sedangkan kapabilitas merupakan kemampuan mengolah atau mengelola kapasitas.
Kapasitas tiap orang dapat ditingkatkan. Hanya dalam batas tertentu kapasitas tidak lagi dapat dikembangkan. Ini sesuai fitrahnya, sesuai hukum alam, setiap orang berbeda. Kepintaran BJ Habibie termasuk langka di Indonesia. Namun diatas BJ Habibie, masih ada yang lain. Pepatah China bilang, 'di atas gunung masih ada gunung yang lebih tinggi'.

Kapabilitas terdiri atas 3K + P, yaitu Komitmen, Konsisten, Kreativitas dan Pengalaman. Ada yang komit tetapi tidak konsisten, hasilnya tentu berbeda dengan orang yang komit dan konsisten. Lebih-lebih bila dia juga seseorang yang kreatif. Akhirnya pengalaman juga amat menentukan kapabilitas seseorang. Cerdas tapi minim pengalaman terasa 'garingnya'. Maka amat berbeda guru yang sudah berusia dengan guru yang baru lulus sekolah.



Apa Itu Karakter?

Karakter berasal dari kosa kata Inggris, character. Artinya prilaku. selain character, kata lain yang berarti tingkah laku adalah attitude. Bahasa Inggris tak membedakan secara signifikan antara character dan attitude. Secara umum attitude dapat kita bedakan atas dua jenis. Attitude yang baik, kita sebut 'karakter'. Attitude buruk kita sebut 'tabiat'.

Karakter merupakan kumpulan tingkah laku baik dari seorang anak manusia. Tingkah laku ini merupakan perwujudan dari kesadaran menjalankan peran, fungsi, dan tugasnya mengemban amanah dan tanggung jawab. Tabiat sebaliknya mengindikasikan sejumlah perangai buruk seseorang.

Dalam pembentukan kualitas manusia, peran karakter tidak dapat disisihkan. Sesungguhnya karakter inilah yang menempatkan baik tidaknya seseorang. Posisi karakter bukan jadi pendamping kompetensi, melainkan jadi dasar, ruh, atau jiwanya. Tanpa karakter, 'peningkatan diri' dari kompetensi bisa liar, berjalan tanpa rambu dan aturan.

Sastrawan Rusia, Leo Tolstoy mengatakan: "Banyak yang tahu, bahwa orang lain harus berubah. Tetapi sedikit yang tahu, bahwa diri merekalah yang seharusnya berubah". Begitulah banyak orang yang ingin meningkatkan diri. Namun hanya sedikit yang ingin perbaiki diri.

Bicara kompetensi adalah bicara tentang peningkatan diri. Artinya kompetensi adalah tangga menuju kesuksesan. Namun karakter yang menentukan, apakah tangga itu berdiri di tempat yang benar. Banyak orang sukses meniti karier atau jadi pengusaha. Tetapi nurani mereka yang tahu, apakah caranya dilakukan dengan benar. Kompetensi tanpa karakter memang membuat masalah. Jadi, karakterlah yang menyelesaikannya.

Begitulah karakter selalu mengingatkan manusia untuk tidak lupa 'memperbaiki diri'. Maka karakter dapat kita definisikan sebagai kumpulan sifat baik yang menjadi perilaku sehari-hari, sebagai perwujudan kesadaran menjalankan peran, fungsi, dan tugasnya dalam mengamban amanah dan tanggung jawab.


Eri Sudewo, Character Building

Tidak ada komentar:

Posting Komentar